“Tiga bulan kita lewati bersama, mengukir kebersamaan, kebahagiaan dan keceriaan, sehingga kita pun dekat dengan mereka. Kita belajar, bermain dan tertawa. Begitu banyak kenangan indah yang kita bangun bersama”, tulis Putri Astiti, salah satu siswa CAMPUHAN College, dalam catatan pasca program Let’s Talk. Let’s TALK adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh siswa Program Profesional 1 Tahun Komunikasi dan Kepemimpinan (PP), CAMPUHAN College (CC). TALK merupakan akronim dari Teach and Accompany with Love and Keenness. Program ini merupakan wujud kebersyukuran siswa PP atas kesempatan belajar dan bertumbuh di PP dengan cara meneruskan kebaikan kepada orang sekitar.

Keceriaan siswa saat belajar Bahasa Inggris bersama siswa PP.

Selama 3 bulan, siswa PP mengasah keterampilan berbahasa Inggris sekaligus mempraktekkan aktivitas Menghidupkan Nilai yang mereka pelajari dari Lokakarya Living Values Education (LVE). Melalui Let’s TALK, secara tidak langsung siswa PP mentransfer pengalaman belajar dalam Suasana Berbasis Nilai kepada para siswa kelas 4 dan 5 SDN 2 dan SDN 5, Kedewatan, Ubud. “Program ini menstimulasi para siswa PP untuk terus terkoneksi dengan nilai dalam dirinya dan di waktu yang sama memberi kesempatan mengembangkan keterampilan sosial”, tutur Wayan Januarta, fasilitator PP sekaligus pembimbing Program Let’s TALK.

Pengenalan program Let’s TALK yang difasilitasi oleh Wayan Januarta.

Wayan Januarta menjelaskan bahwa program ini mengambil fokus nilai kerjasama dan kepedulian. Para siswa mendapat pembekalan dengan mengikuti Outbond dan Lokakarya LVE selama 3 hari. Kegiatan Outbond membantu siswa untuk lebih terhubung satu sama lain sebagai sebuah tim. Melalui pilihan permainan dengan tingkat kesulitan yang berbeda, siswa dilatih bekerjasama, saling mendengarkan pendapat, dan memimpin kelompok. “Kerjasama itu penting. Kita percaya bahwa tujuan bersama bisa diraih dengan relasi yang baik. Relasi yang baik bisa tercapai karena adanya komunikasi yang baik”, lanjut Wayan Januarta.

The Human Knot Game mengasah keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah dalam tim.

Dalam Lokakarya LVE, para siswa berlatih berbagai keterampilan seperti Mendengar Aktif dan Resolusi Konflik. Hal ini sangat dirasakan manfaatnya ketika mereka harus menyatukan tujuan dan mengakomodir gagasan yang berbeda. Surya, koordinator kelompok, mengatakan “Saya belajar mengoordinasi pelaksanaan program dan pertemuan, membagi tugas anggota kelompok, dan mempersiapkan logistik.” Ia juga merasakan banyak perubahan setelah menjalani Let’s TALK. “Saya bisa berkomunikasi lebih baik dari sebelumnya, lebih sabar, percaya diri serta dapat mengatur emosi”.

Siswa mempraktekkan keterampilan Mendengar Aktif pada Lokakarya LVE.

Materi Disiplin Berbasis Nilai juga dipraktekkan dalam program Lets TALK.  Mereka mengawali program dengan mengajak para dampingan membuat kesepakatan bersama. “Ketika suasana tidak kondusif, misal siswa SD mulai ribut, tidak mendengarkan fasilitator atau teman yang sedang berbicara, mereka diingatkan kembali pada poin ‘Yang Satu Berbicara Yang Lain Mendengarkan’ dalam lembar Kesepakatan Bersama yang mereka tempel di depan kelas”, kata Putri Meiyani, Direktur CC yang ikut sesekali mengawasi jalannya program. Para peserta juga dikenalkan dengan aktivitas hening dan refleksi. Dengan hening, siswa dampingan diajak untuk rileks, hadir sepenuhnya, dan lebih siap untuk mendapatkan pembelajaran. Sedangkan sesi refleksi di setiap penghujung pertemuan memberi kesempatan pada seluruh peserta untuk memaknai aktivitas hari itu.

Kesepakatan Bersama yang dibuat oleh siswa SDN 5 Kedewatan.

Terpancar rasa bahagia dan haru di wajah semua orang yang hadir dalam acara penutupan sekaligus perpisahan dengan pihak sekolah, Sabtu, 27 April 2019. Turut hadir dalam acara tersebut para guru, kepala sekolah, dan fasilitator CC. Di akhir kegiatan Let’s TALK, muncul kesadaran dari para peserta bahwa setiap orang belajar memaknai kerjasama dan kebersamaan, seperti yang ditambahkan oleh Putri Astiti, “… bukan hanya mereka yang belajar, tetapi kami juga selaku fasilitator yang mendampingi mereka juga belajar banyak.” Acara perpisahan ditutup dengan pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan siswa dampingan, Tutut. “Saya sangat senang dan menjadi lebih aktif serta dapat belajar bersama dengan teman-teman. Tidak hanya belajar kami juga bermain. Tetaplah menjadi panutan dan terus berbagi kebaikan untuk semua orang”.

Foto bersama siswa PP dengan siswa kelas 4 SDN 2 Kedewatan usai acara perpisahan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment